Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting Bagi SDM PKH Kabupaten Lahat

pelatihan pencegahan dan penanganan stunting. Untuk menyiapkan tenaga pengajar/fasilitator pelatihan tersebut maka Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (Pusdiklat Kesos) menggelar Training of Trainer (TOT).

Dalam rangka mendukung program prioritas pemerintah untuk menurunkan angka stunting di Indonesia maka Kementerian Sosial melalui Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial (Badiklitpensos) bekerja sama dengan Tanoto Foundation akan menyiapkan SDM Kesos untuk berperan serta dalam pencegahan dan penanganan stunting. SDM Kesos tersebut akan diberikan pelatihan pencegahan dan penanganan stunting. Untuk menyiapkan tenaga pengajar/fasilitator pelatihan tersebut maka Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (Pusdiklat Kesos) menggelar Training of Trainer (TOT).

Untuk SDM PKH Kabupaten Lahat mendapatkan TOT Pencegahan dan Penangangan Stunting oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang dalam 2 (dua) putaran, putaran 1 di mulai pada tanggal 19 April 2021 s/d 6 Mei 2021 dan Putaran 2 dimulai tanggal 24 Mei 2021 s/d 15 Juni 2021. Kegiatan TOT dilaksanakan secara Dalam Jaringan (Daring) dengan dua tahapan pembelajaran Asinkronus dan Sinkronus. Sebanyak 16 SDM PKH mendapatkan Modul Pencegahan dan Penanganan Stunting, serta pembelajaran tentang Stunting.  TOT Pencegahan dan Penangangan Stunting dilakukan secara Asinkronus, yaitu pembelajaran mandiri melalui aplikasi website yang sudah disediakan BBPPKS Padang, selanjutnya TOT dilakukan dengan cara Sinkronus, yaitu pembelajaran review setiap modul pencegahan dan penanganan stunting oleh fasilitator dari BBPPKS Padang.


Adapun modul pencegahan dan penanganan stunting yang disampaikan saat TOT Pencegahan dan Penanganan Stunting sebagai berikut :

  1. Modul 1 – Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Stunting bagi SDM Kesos
  2. Modul 2 – Permasalahan Stunting
  3. Modul 3 – Pencegahan dan Penanganan Stunting Melalui Pemenuhan Kesejahteraan Ibu Hamil
  4. Modul 4 – Pencegahan dan Penanganan Stunting Melalui Pemenuhan Kesejahteraan Bayi Baru Lahir dan Ibu Menyusui
  5. Modul 5 – Pencegahan dan Penanganan Stunting Melalui Pemberian Stimulasi pada Anak
  6. Modul 6 – Pemanfaatan Bantuan Sosia dalam Pemenuhan Gizi Anak Usia Dini dan Ibu Hamil
  7. Modul 7 – Pencegahan dan Penanganan Stunting Melalui Kebersihan Diri dan Lingkungan
  8. Modul 8 – Mendukung Pemetaan Potensi Keluarga dan Rencana Aksi Dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting

Koordinator PKH Kecamatan Meapi Selatan, Nova Heriyani, S.Kom mengatakan bahwa dengan adanya Diklat ini dirinya bisa mampu memahami potensi masalah penyebab stunting. Menurutnya penyebab masalah utama yang dialami masyarakat adalah kurangnya pengetahuan dan edukasi tentang kehamilan dan anak, terutama Ibu hamil dan menyusui yang mengakibatkan kurangnya pemenuhan gizi anak pada 1000 hari pertama kehidupan. “Pemenuhan gizi anak harus dimulai sejak janin, oleh karena itu ibu hamil harus memastikan dirinya mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang”, terangnya.

#Pelatihan
SHARE :
LINK TERKAIT