Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial Dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

Saifudin, SE telah dibaca : 103 kali

Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial Dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

 

Setiap orang ingin terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Sebuah harapan yang mendorong setiap orang berupaya untuk mendapatkannya, untuk mencapainya adalah dengan upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan setiap orang (masyarakat) dalam rangka memenuhi kebutuhan dasarnya.

Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial  diberikan kepada perorangan, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat. Mereka adalah yang sedang mengalami kehidupan tidak layak secara kemanusiaan  dalam kondisi miskin, terlantar, cacat, terpencil, tuna sosial dan penyimpangan perilaku, korban bencana, dan/atau korban tindak kekerasan, eksplotasi, dan diskriminasi.

Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial tersebut dengan pelakanaan Rehabilitasi Sosial adalah dimaksudkan untuk memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang yang mengalami disfungsi sosial agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar. Sebagai contoh : bagi keluarga miskin, yang sekian lama bertempat tinggal di rumah yang tidak layak baik tidak layak secara keamanan, tidak layak secara fisik, tidak layak secara kesehatan, sehingga merupakan rumah tidak layak huni. Rehabilitasi Sosial Rumah seperti ini adalah rehabilitasi sosialnya adalah  yang dapat memberikan perubahan sehingga ada kemampuan fungsi sosial. Terlantar adalah mereka yang dalam keseharian menggantungkan hidupnya kepada orang lain, baik mereka yang sebenarnya masih memiliki keluarga maupun yang sama sekali tidak ada keluarga, rehabilitasi sosial bisa dengan memberikan konseling dan jika telah didapatkan penyebabnya mereka terlantar selanjutnya bisa diberikan keterampilan kecakapan hidup (life skill).

Rehabilitasi Sosial diberikan dalam beberapa cara :

  1. Rehabilitasi Sosial secara persuasif, dapat berupa ajakan, anjuran, bujukan dengan maksud untuk meyakinkan mereka agar bersedia direhabilitasi.
  2. Rehabilirasi Sosial secara motivatif dapat berupa dorongan, pemberian semangat, pujian, dan/atau penghargaan agar mereka tergerak secara sadar untuk direhabilitasi.
  3. Rehabilitasi Sosial secara koersif dapat berupa tindakan pemaksaan terhadap mereka dalam proses rehabilitasi.

 

oleh : Saifudin, SE (Penyuluh Sosial Pertama-Dinas Sosial Kabupaten Lahat).

Lahat,    September 2017.

Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial Dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

 

Setiap orang ingin terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Sebuah harapan yang mendorong setiap orang berupaya untuk mendapatkannya, untuk mencapainya adalah dengan upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan setiap orang (masyarakat) dalam rangka memenuhi kebutuhan dasarnya.

Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial  diberikan kepada perorangan, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat. Mereka adalah yang sedang mengalami kehidupan tidak layak secara kemanusiaan  dalam kondisi miskin, terlantar, cacat, terpencil, tuna sosial dan penyimpangan perilaku, korban bencana, dan/atau korban tindak kekerasan, eksplotasi, dan diskriminasi.

Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial tersebut dengan pelakanaan Rehabilitasi Sosial adalah dimaksudkan untuk memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang yang mengalami disfungsi sosial agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar. Sebagai contoh : bagi keluarga miskin, yang sekian lama bertempat tinggal di rumah yang tidak layak baik tidak layak secara keamanan, tidak layak secara fisik, tidak layak secara kesehatan, sehingga merupakan rumah tidak layak huni. Rehabilitasi Sosial Rumah seperti ini adalah rehabilitasi sosialnya adalah  yang dapat memberikan perubahan sehingga ada kemampuan fungsi sosial. Terlantar adalah mereka yang dalam keseharian menggantungkan hidupnya kepada orang lain, baik mereka yang sebenarnya masih memiliki keluarga maupun yang sama sekali tidak ada keluarga, rehabilitasi sosial bisa dengan memberikan konseling dan jika telah didapatkan penyebabnya mereka terlantar selanjutnya bisa diberikan keterampilan kecakapan hidup (life skill).

Rehabilitasi Sosial diberikan dalam beberapa cara :

  1. Rehabilitasi Sosial secara persuasif, dapat berupa ajakan, anjuran, bujukan dengan maksud untuk meyakinkan mereka agar bersedia direhabilitasi.
  2. Rehabilirasi Sosial secara motivatif dapat berupa dorongan, pemberian semangat, pujian, dan/atau penghargaan agar mereka tergerak secara sadar untuk direhabilitasi.
  3. Rehabilitasi Sosial secara koersif dapat berupa tindakan pemaksaan terhadap mereka dalam proses rehabilitasi.

 

oleh : Saifudin, SE (Penyuluh Sosial Pertama-Dinas Sosial Kabupaten Lahat).

Lahat,    September 2017.


Kolaborasi PSM dan Kelompok Dasawisma Dalam Pendataan PMKS

PKH dan Kesehatan

HATINYA PKK Menumbuhkan Restorasi Sosial

2017, Mensos Bakal Maksimalisasi Bansos Nontunai


Tinggalkan Komentar
0 Komentar :