Kolaborasi PSM dan Kelompok Dasawisma Dalam Pendataan PMKS

Saifudin, SE telah dibaca : 30 kali

 

Kolaborasi PSM dan Kelompok Dasawisma Dalam Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial RI. Nomor 08 tahun 2012 tentang Pedoman  Pendataan Dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial  Dan Potensi Dan Sumber Kesejahteraan Sosial,  Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) adalah warga masyarakat yang atas dasar rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial serta didorong oleh rasa kebersamaan, kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial secara sukarela mengabdi di bidang kesejahteraan sosial.  Sedangkan Kelompok Dasawisma adalah kelompok yang beranggotakan 10 (sepuluh)  rumah tangga dan dipimpin oleh seorang ketua yang ditunjuk berdasarkan musyawarah dengan Keputusan Kepala Desa/Lurah.

 

Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), adalah Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial dalam binaan Dinas Sosial Kabupaten/Kota dan keberadaannya ada di setiap desa/kelurahan. Kelompok  Dasawisma keberadaannya ada di setiap Dusun di Desa, RT/RW di Kelurahan. Kelompok Dasawisma adalah orgnaisasi di tingkat paling bawah sebagai perpanjangan tangan Tim Penggerak PKK Desa dan Kelurahan.

 

PSM dan Kelompok Dasawisma bisa berkolaborasi dalam mengadakan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di desa maupun di kelurahannya. Kelompok Dasawisma pada dasarnya hanya menaungi 10 (sepuluh) rumah tangga, sehingga Ketua Kelompok Dasawisma memahami dan mengerti serta lebih mengenal dan memiliki Data Warga (lampiran : III-14-1a Bidang Administrasi PKK) dan Data Keluarga  (lampiran : III-14-2a  Bidang Administrasi PKK) . Ketua kelompok setiap bulannya akan meyampaikan perkembangan data ke TP.PKK Desanya/Kelurahannya. Oleh karena PSM bisa bekerjasama dengan kelompok tersebut dan data lebih valid dan PSM bisa mendapatkan informasi langsung dari kelompok tentang data PMKS. Dalam hal ini PSM tidak kesulitan untuk meperoleh data dan lebih dekat dengan sumber informasi.

 

Untuk menuju data PMKS yang valid dapat memberikan pemahaman tentang PMKS, PSM bisa mengadakan permainan simulasi dengan semua ketua dasawisma dan PSM segera mengadakan koordinasi dengan Kepala Desa/Lurah, dengan Ketua TP.PKK Desa/Kelurahan, sehingga ada bentuk kerjsama sehingga PSM terhindar dari data yang meragukan. Misalnya Jika dalam satu desa ada 40 Kelompok Dasawisma berati di desa tersebut ada 400 rumah tangga dan atau Kepala Keluarga yang lebih dari jumlah rumah tangganya dan tidak perlu dating dari rumah ke rumah, dengan demikian PSM hanya berkunjung ke 40 kelompok dan meminta data ke kelompok tersebut (maaf PSM bukannya memerintahkan kelompok) dan jika perlu akan lebih tepatnya bisa bertemu dengan keluarga/orang yang menjadi penyandang masalah sosial.

 

Data  26 PMKS yang valid, jika setiap desa dan kelurahan dengan PSMnya yang bekerja dengan penuh hati sesuai Perarturan Menteri Sosial yaitu  atas dasar rasa kesadaran dan tanggung jawab sosial serta didorong oleh rasa kebersamaan, kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial secara sukarela mengabdi di bidang kesejahteraan sosial, maka 26 PMKS yang ada bisa menjadi bahan perencanaan penanganan dan penanggulangannya baik oleh pihak Desa/Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten/Kota (Dinas Sosial).

 

Mencoba untuk kolaborasi antara PSM dan Kelompok Dasawisma tidak ada salahnya dan tidak merugikan, dan justru akan menghasilkan data yang sama dan untuk kebersamaan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

 

oleh : Saifudin, SE (Penyuluh Sosial Pertama-Dinas Sosial Kabupaten Lahat).

Lahat,    September 2017.

 


PKH dan Kesehatan

HATINYA PKK Menumbuhkan Restorasi Sosial

2017, Mensos Bakal Maksimalisasi Bansos Nontunai


Tinggalkan Komentar
0 Komentar :